Kamis, 08 Maret 2012

Contoh Studi Kasus


BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

                  Era globalisasi merupakan suatu tantangan bagi bangsa Indonesia. Bagaimana kita dapat mempersiapkan siswa agar mereka dapat hidup produktif dan sukses di masa depan? Salah satu penyelesaiannya adalah dengan mempersiapkan siswa menghadapi perubahan-perubahan, yaitu menitikberatkan pada keterampilan-keterampilan tertentu seperti keterampilan pemecahan masalah, keterampilan menganalisa data, berpikir secara logis, membuat keputusan, menyelesaikan masalah nyata dan lain-lain.
Sebagai guru matematika, tugas kita adalah mempersiapkan siswa dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna yang akan merangsang pemikiran mereka, dan membantu mereka menguasai keterampilan-keterampilan yang dapat mereka bangun untuk kehidupan yang sukses dan menguntungkan di masa depan.
Pengajaran yang berorientasi pada potensi dan kebutuhan siswa menjadi perhatian utama ahli pendidikan saat ini. Pendekatan pengajaran yang menempatkan guru sebagai sentral kegiatan belajar mengajar sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan. Arah angin berpihak pada suatu system pengajaran yang menempatkan siswa pada posisi “diberdayakan” secara maksimalkan, yaitu mendidik mereka berdasarkan potensi yang mereka miliki.
Secara teoritis, jika proses pembelajaran di kelas kondusif dan metode yang digunakan guru dapat diterima siswa maka hasil belajar di kelas tersebut akan baik/sesuai target yang diharapkan. Tetapi kenyataannya tidak demikian karena factor penunjang hasil belajar yang bagus tidak hanya pembelajaran di kelas yang baik, tetapi ada factor dari siswa sendiri meliputi motivasi dan minat terhadap suatu bidang studi. Selain itu, factor lingkungan keluarga (perhatian orang tua), guru dan teman dalam pergaulan. Tidak kalah pentingnya yang menjadi penunjang keberhasilan dalam belajar adalah sarana dan prasarana (buku, kondisi sekolah).
Siswa yang kurang berhasil dalam belajar hendaknya juga diperhatikan oleh guru dan disini peran guru sangat penting sebagai motivator, sehingga anak bisa menemukan factor apa saja yang mempengaruhi ketidakberhasilannya dalam belajar dan bersama siswa, guru dan orang tua (bila perlu) mencari solusi sehingga anak bisa kembali meraih prestasi yang diharapkan.

B.  Batasan Masalah
Agar permasalahan yang dibahas tidak terlalu meluas, maka pada laporan ini hanya membahas hal – hal apa saja yang menyebabkan siswa kesulitan belajar dalam belajar matematika khususnya pada penguasaan standar kompetensi tentang menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah serta tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesulitan atau masalah yang dihadapi siswa.

C.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat diambil permasalahan yang mungkin timbul :
1.      Apa saja masalah yang dihadapi siswa dalam belajar matematika?
2.      Bagaimana siswa bergaul dengan temannya?
3.      Bagaimana kondisi lingkungan keluarga siswa?
4.      Tindakan apa saja yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa?
5.      Bagaimana minat siswa terhadap pelajaran matematika?

D.  Tujuan Penyusunan
Tujuan penyusunan laporan ini meliputi :
1.      Untuk mengenal keadaan/pribadi siswa yang dianggap mempunyai masalah dalam belajar matematika
2.      Digunakan sebagai bahan untuk menentukan jalan keluar/pemecahan masalah siswa
3.      Melatih calon guru untuk berfungsi sebagai tenaga pembimbing dan konseling
4.      Melatih calon guru agar dapat berfikir analitis, integratis, dan komprehensif khususnya dalam membantu menangani masalah siswa.

E.  Metode Penyusunan
Penyusunan menggunakan metode diskriptif komprehensif, yaitu memeriksa semua aspek yang berhubungan dengan siswa sehingga diketahui kondisi siswa secara akurat dan menyeluruh. Langkah-langkah metode tersebut meliputi :
1.   Identifikasi data
      Penyusun memeriksa data-data yang diperoleh secara keseluruhan
2.   Sintesis
      Penyusun memadukan data-data atau informasi yang diperoleh untuk memperoleh gambaran global dan sementara tentang masalah yang dihadapi siswa
3.   Diagnosa
      Menentukan masalah yang dihadapi siswa dan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah
4.   Prognosa
      Memprediksi (meramalkan) hal-hal negatif yang mungkin timbul apabila siswa tersebut tidak segera memperoleh bantuan. Dari hal tersebut diambil alternatif pemecahannya.
5.   Treatment
      Implementasi alternative pemecahan yang telah direncanakan
6.   Follow-Up
      Menindaklanjuti langkah-langkah sebelumnya dan mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan itu sudah tepat atau belum

F.  Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data tentang siswa, penyusun menggunakan teknik :
1.   Interview
      Mencari data dengan mengadakan wawancara langsung dengan siswa
2.   Observasi
      Mengadakan pengamatan langsung terhadap tingkah laku siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas
3.   Angket
      Dengan memberikan angket akan didapatkan informasi tentang kesulitan belajar siswa dalam pelajaran matematika


BAB II

IDENTIFIKASI KASUS

 

A.  DATA DIRI SISWA

I.    Identitas Siswa
      1.   Nama Lengkap                        :  Ade Irwan Susanto
      2.   Tempat dan tanggal lahir        :  Jombang, 29 November 1991
3.   Jenis Kelamin                          :  Laki – laki
4.   Agama                                     :  Islam
5.   Alamat                                    :  Ds. Mancilan, Kec. Mojoagung
6.   Sekolah                                   :  SMA Negeri Bareng
7.   Kelas                                       :  XI IPA
8.   Asal Sekolah                           :  SMP Negeri 2 Mojoagung
9.   Jarak ke sekolah                      :  ±  9 km
10. Ke sekolah naik                       :  Sepeda Motor
11. Jumlah saudara                        :  3 orang
12. Anak ke                                   :  4
13. Status keluarga                        :  Anak kandung
14. Tinggal bersama                      :  Orang tua
II.  Identitas orang tua siswa
      Ayah
      1.   Nama                                       :  Achmad Basar (Alm.)
      2.   Agama                                     :  Islam
      3.   Pekerjaan                                 :  -
      4.   Alamat                                    :  -
      5.   Pendidikan terakhir                 :  SD Negeri
      Ibu
      1.   Nama                                       :  Susiati
      2.   Agama                                     :  Islam
      3.   Pekerjaan                                 :  Ibu Rumah Tangga
      4.   Alamat                                    :  Ds. Mancilan, Kec. Mojoagung
      5.   Pendidikan terakhir                 :  MTs. Negeri
III. Hobby dan cita – cita siswa
1.   Hobi                                        :  Olahraga ( basket ), bermain alat musik
2.   Cita – cita                                :  Dokter / Pemain Band
IV. Latar Belakang Pendidikan Siswa
Ø  Lamanya pendidikan
§  TK                                     :  1 tahun
§  SD                                     :  6 tahun
§  SMP                                  :  3 tahun
Ø  Pernah tidak naik kelas           :  tidak pernah
Ø  Prestasi yang pernah didapat
§  TK                                     :  tidak ada
§  SD                                     :  tidak ada
§  SMP                                  :  Dalam bidang kesenian khususnya Teater
                                                   (menjadi aktor terbaik di sekolah)
Ø  Kebiasaan belajar
§  Terbiasa untuk belajar malam – malam                 :  ya
§  Belajar rutin setiap hari                                         :  kadang – kadang
§  Merasa malas dalam belajar                                  :  kadang – kadang
§  Belajar jika ada ulangan                                        :  ya
§  Tidak tahu cara belajar yang baik                         :  kadang – kadang
§  Belajar dengan cara menghafal                             :  ya
§  Sukar dalam mengemukakan pendapat                :  kadang – kadang
§  Belajar jika ada Pekerjaan Rumah                        :  ya
§  Belajar jika sempat                                                :  kadang – kadang
§  Belajar dengan cara membaca saja                        :  tidak
§  Belajar dengan cara mengerjakan latihan soal      :  kadang – kadang
§  Pelajaran yang disenangi                                       :  olahraga (basket) dan
                                                                                       Biologi
Alasan    :     karena mempunyai banyak tantangan dan menambah pengetahuan
§  Pelajaran yang tidak disenangi                             :  tidak ada
Alasan    :    -  
Ø  Penggunaan waktu belajar
§  Tidak dapat memanfaatkan waktu luang              :  tidak
§  Waktu habis untuk membantu orang tua              :  ya
§  Tidak dapat membagi waktu                                :  ya
§  Waktu habis untuk kegiatan ekstrakurikuler         :  ya
Ø  Kegiatan Belajar siswa
§  Ruang belajar khusus                                            :  tidak ada ruang khusus
§  Orang yang membantu dalam belajar                   :  ada yang membantu
§  Lama belajar                                                          :  ±  1,5 jam
Ø  Alat dan sumber belajar
§  Buku penunjang                                                    :  punya buku penunjang
§  Kalkulator                                                             :  tidak punya

BAB III
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR

Dari hasil pengamatan hasil ulangan harian, angket wawancara (interview) serta konsultasi dapat diketahui masalah yang dihadapi siswa dan factor penyebab timbulnya masalah.
A.  Masalah yang Dihadapi Siswa
Dari hasil sintesis diperoleh masalah siswa sebagai berikut :
1.      Siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika
2.      Siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal matematika
3.      Kurangnya motivasi dalam belajar
4.      Kurangnya dukungan dari keluarga

B.  Faktor Penyebab Timbulnya Masalah
1.      Masalah kesulitan dalam belajar matematika
      Semenjak SD siswa tidak terlalu mengalami kesulitan dalam belajar, tetapi semenjak SMA siswa merasa kesulitan dalam belajar khususnya belajar matematika.
            Penyebabnya :
a.       Waktu belajar tidak teratur dan terbiasa untuk belajar malam – malam
b.      Tidak tahu cara belajar yang baik
c.       Tidak dapat membagi waktu
Siswa tidak bisa membagi waktu antara waktu untuk belajar, membantu pekerjaan orang tua di rumah dan melakukan kegiatan ekstrakurikuler (dalam hal ini bermain basket dan bermain band)
d.      Waktunya habis untuk membantu orang tua dan melakukan kegiatan ekstrakurikuler
2.      Kesulitan menyelesaikan soal – soal matematika
Penyebabnya :
a.       Siswa kurang memahami konsep-konsep matematika
b.      Siswa jarang mengerjakan latihan – latihan soal matematika di rumah dan cenderung belajar dengan cara dibaca saja
3.      Kurangnya motivasi dari orang tua
Penyebabnya :
a.       Sebenarnya siswa menyukai pelajaran matematika, tetapi kurang tahu bagaimana cara belajar matematika yang baik
b.      Siswa kurang mengetahui tentang pentingnya matematika dalam kehidupan sekarang dan yang akan datang
4.      Kurangnya dukungan dari keluarga
Penyebabnya :
a.       Sibuknya orang tua sehingga perhatian orang tua tidak maksimal
b.      Orang tua kurang bisa menjadi tempat curhat bagi siswa

C.  Prognosa/Pemecahan Masalah/Alternatif Penyelesaian Masalah
Beberapa alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil :
1.      Siswa harus optimis bahwa dia bisa seperti teman-temanya yang berhasil
2.      Menambah waktu belajar
3.      Belajar untuk membagi waktu
4.      Guru harus selalu memberikan dorongan/motivasi untuk belajar
5.      Siswa bisa konsultasi masalahnya dengan guru bidang studi atau guru BK/BP
6.      Siswa diharapkan untuk berbicara langsung dengan orang tuanya tentang masalah yang dihadapinya

D.  Treatment
Dari alternatif penyelesaian tersebut, yang sudah di implementasikan kepada siswa, yakni :
1.      Memberikan dorongan dan nasehat agar siswa mempunyai motivasi untuk belajar matematika
2.      Siswa sudah mulai mengatur waktu untuk belajar, membantu orang tua dan melakukan kegiatan ekstrakurikuler
3.      Siswa sudah mulai untuk curhat dengan sahabat atau teman dekat tentang masalah yang dihadapinya
4.      Siswa berusaha untuk berbicara dengan orang tua (ibu) tentang masalah yang dihadapi

E.  Follow Up
Meskipun alternatif pemecahan masalah belum dilaksanakan semuanya, ada beberapa alternatif pemecahan masalah yang dilaksanakan dan hasilnya cukup efektif untuk mengatasi masalah yang dihadapi siswa. Ini dapat dilihat dari ungkapan siswa yang merasa beban masalahnya agak berkurang dan sudah mulai bisa belajar seperti dulu.
Adapun tindakan yang dilakukan oleh penyusun untuk membantu memecahkan masalah yang dimiliki siswa dengan memberikan masukan – masukan atau bimbingan kepada siswa.

BAB  IV
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Dari beberapa uraian sebelumnya dapat diambil kesimpulan meskipun minat siswa dengan pelajaran matematika cukup dan bisa berinteraksi dengan teman, semua itu tidak dapat menjamin siswa tersebut akan memiliki prestasi yang bagus, karena factor dari diri siswa (motivasi) dan lingkungan terutama keluarga memiliki peran cukup besar dalam menunjang prestasi siswa.
Namun semua permasalahan tersebut bisa diatasi, jika seseorang yang peduli dengan siswa tersebut terutama guru dan orang tua terdekatnya (sahabat dan keluarganya). Kalau permasalahan tesebut tidak segera diatasi maka prestasi siswa khususnya pada pelajaran matematika akan kurang memuaskan.

B.  Saran
a.       Sebagai guru kita harus dengan cepat dan tanggap terhadap perubahan prestasi/perilaku siswa
b.      Siswa tersebut harus didekati secara baik baik tanpa harus menyinggung perasaannya
c.       Laporan studi kasus ini diharapkan dapat dijadikan motivator guru agar tidak hanya sebagai fasilitator dalam proses belajar di kelas tetapi juga motivator dan tempat sharing (berbagi) dengan siswa

DAFTAR PUSTAKA
1.   Out line, Pembekalan Program Pengalaman Lapangan. 2008. Jombang : STKIP PGRI JOMBANG.
2.   Mulyasa, E. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung : PT Remaja Rusdakarya.
3.   Janet, TM. 2003. Portofolio Dalam Pembelajaran Matematika. Makalah disampaikan dalam Seminar Jurusan Matematika FMIPA Universitas Surabaya.
4.   Djamarah, SB. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta :  PT Rineka Cipta.





           
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar